Dana Abadi Norwegia Peringatkan Ancaman Gelembung Saham AI

Kepala dana abadi terbesar di dunia milik pemerintah Norwegia memperingatkan potensi kejatuhan nilai pasar saham akibat gelembung investasi kecerdasan buatan atau AI. Peringatan ini muncul di tengah lonjakan nilai saham sektor teknologi yang dinilai terlalu tinggi dan rentan mengalami koreksi tajam.
Nicolai Tangen, CEO Government Pension Fund Global (GPFG) Norwegia, menyatakan bahwa kerugian besar pada portofolio senilai USD 2,4 triliun (sekitar Rp37.600 triliun) sangat mungkin terjadi jika pasar global mengalami kejatuhan ekstrem.
GPFG merupakan lembaga pengelola dana yang didirikan untuk menginvestasikan pendapatan melimpah dari sektor minyak dan gas negara Nordik tersebut. Pada paruh pertama tahun ini, lembaga tersebut sebenarnya berhasil mencatat rekor laba sebesar 1.753 miliar kroner Norwegia atau sekitar USD 186 miliar (sekitar Rp2.920 triliun). Namun, Tangen menilai perdagangan saham cip AI yang mendorong keuntungan besar tersebut kini justru menjadi sumber risiko utama yang mengancam stabilitas dana kelolaan mereka.












