Enam Kebiasaan Sederhana yang Mampu Membantu Manusia Hidup Hingga 100 Tahun

Mencapai usia seratus tahun kini bukan lagi sekadar harapan yang mustahil bagi banyak orang di tengah kemajuan ilmu pengetahuan.
Sejumlah ahli kesehatan telah memetakan berbagai kebiasaan mendasar yang mampu memperpanjang usia sekaligus menjaga kualitas hidup tetap prima di masa tua.
Dokter spesialis saraf, Meredith Bock, menjelaskan bahwa kendati faktor genetik memiliki pengaruh, gaya hidup tetap menjadi penentu utama panjang umur seseorang. Menjaga tubuh sejak usia muda memungkinkan seseorang tetap aktif serta mandiri saat menginjak usia lanjut.
Kualitas istirahat yang terjaga menjadi elemen fundamental dalam proses penuaan yang sehat. Jamie Gabel, asisten dokter di Metabolic Longevity Center, menyebutkan kebersihan tidur atau sleep hygiene sebagai komponen yang tidak bisa ditawar dalam upaya memperpanjang usia.
Praktik ini bisa dilakukan dengan cara membatasi paparan layar gawai sebelum beristirahat, menciptakan suasana malam yang menenangkan, serta menghindari segala aktivitas pemicu stres. Rutinitas tersebut secara langsung membantu tubuh melakukan pemulihan maksimal setiap harinya.
Selain fisik, fungsi kognitif yang tajam harus terus dipelihara melalui berbagai aktivitas yang merangsang daya pikir. Riset menunjukkan bahwa mereka yang terus belajar memiliki cadangan kognitif lebih kuat untuk melawan penurunan memori.
Seseorang tidak harus menempuh pendidikan formal untuk mendapatkan manfaat tersebut. Mengikuti kelas komunitas, terlibat dalam kegiatan rumah ibadah, atau sekadar menekuni hobi baru merupakan cara efektif untuk menjaga otak tetap aktif dan berfungsi optimal.
Pola makan bergizi seimbang juga menjadi pilar yang tidak kalah vital bagi kesehatan jangka panjang. Konsumsi harian yang kaya akan buah-buahan, sayuran, serta biji-bijian utuh sangat disarankan oleh para praktisi medis.
Metode makan yang dikenal dengan diet Mediterania terbukti mendukung kesehatan otak secara signifikan. Fokus utamanya terletak pada asupan makanan utuh yang minim proses kimiawi demi menjaga stabilitas fungsi organ tubuh.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor














