Ethereum Luncurkan zkAPI, Cara Baru Bayar Layanan AI Tanpa Identitas Pribadi

Ethereum Foundation resmi menghadirkan zkAPI ke jaringan utama Ethereum sebagai solusi privasi bagi pengguna layanan kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
Sistem ini dirancang agar pengguna dapat melakukan pembayaran layanan AI tanpa perlu menghubungkan identitas diri dengan pertanyaan atau data yang dikirimkan. Langkah ini merespons kekhawatiran masyarakat terhadap penggunaan data pribadi yang kerap disimpan oleh penyedia model AI.
Pihak Ethereum Foundation menegaskan bahwa setiap pertanyaan kepada AI memiliki sifat personal, mulai dari masalah kesehatan hingga kondisi keuangan. Saat ini, penggunaan layanan AI mengharuskan pengguna membagikan rekaman jejak digital pemikiran mereka kepada pihak yang memegang kendali atas tagihan pembayaran.
Teknologi zkAPI bekerja dengan memisahkan transaksi pembayaran dari identitas pengguna. Pengguna cukup menyetorkan dana berupa aset kripto seperti ETH atau USDC ke dalam kontrak brankas di jaringan Ethereum dalam satu transaksi biasa.
Setelah itu, saldo tersebut akan tersimpan sebagai catatan pribadi berupa uang digital yang hanya bisa dibelanjakan oleh pemiliknya tanpa bisa dilacak kembali ke sumber deposit awal. Sistem ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan Open Anonymity Project yang juga merilis OA Chat.
OA Chat merupakan chatbot berbasis peramban yang tidak memerlukan proses instalasi rumit bagi pengguna. Seluruh kode program dari proyek ini pun telah tersedia secara terbuka di platform GitHub bagi pengembang yang ingin mempelajarinya.
Kebutuhan akan privasi dalam dunia AI saat ini bukanlah isu teoretis belaka. Pada Mei 2025, pengadilan federal Amerika Serikat memerintahkan OpenAI untuk menyimpan log keluaran termasuk riwayat obrolan yang sudah dihapus pengguna terkait gugatan hak cipta dari The New York Times.
Implementasi zkAPI memanfaatkan bukti tanpa pengetahuan atau zero-knowledge proof. Perangkat pengguna akan menghasilkan tanda terima matematis yang membuktikan bahwa dana tersedia dan mencukupi tanpa harus membuka detail informasi pemiliknya.
Server kemudian memeriksa bukti tersebut dan memberikan kunci API sementara untuk berkomunikasi dengan layanan AI. Kunci ini memiliki batasan jumlah dolar tertentu dan hanya tersimpan di memori perangkat sehingga tidak meninggalkan jejak permanen.
Ketika kunci tersebut kedaluwarsa, penyedia layanan akan memberikan tanda terima penggunaan yang sah. Pengguna hanya dikenakan biaya sesuai pemakaian aktual, bukan berdasarkan batas maksimal yang ditetapkan sejak awal.
Pihak penyedia AI hanya melihat kueri pengguna, sementara lapisan pembayaran hanya mencatat jumlah dana yang dikeluarkan. Keduanya tidak memiliki kemampuan teknis untuk menghubungkan kedua data tersebut menjadi satu profil identitas yang utuh.
Ide ini bermula dari proposal yang diajukan oleh Davide Crapis dan pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, pada Februari lalu. Crapis memimpin tim dAI di Ethereum Foundation yang memiliki visi menjadikan blockchain sebagai lapisan penyelesaian dan koordinasi utama bagi berbagai entitas AI di masa depan.
Meskipun potensi teknologi ini sangat besar untuk menjaga kerahasiaan, perlu diingat bahwa repositori zkAPI saat ini masih berstatus eksperimental. Hingga saat ini, pihak pengembang belum merilis laporan audit resmi terkait keamanan sistem tersebut bagi penggunaan publik secara luas.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)









:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4946338/original/036837700_1726613456-Penyerang_Juventus.jpg)
