Langsung ke konten
beritana
Breaking

Gugatan Apple Bisa Hadang Ambisi Perangkat Keras dan IPO OpenAI

Foto Beritana UpdateBeritana Update3 menit bacaTech
Can an Apple lawsuit derail OpenAI’s hardware plans?
Image Credits:OpenAI

Gugatan rahasia dagang yang diajukan Apple baru-baru ini terhadap OpenAI berpotensi menimbulkan bayang-bayang terhadap ambisi perusahaan kecerdasan buatan (AI) tersebut di sektor perangkat keras. Gugatan ini menuding OpenAI melakukan pola pelanggaran untuk memperoleh informasi rahasia dari karyawan Apple, baik yang masih aktif maupun mantan karyawan.

Menanggapi tuduhan tersebut, OpenAI menyatakan tidak memiliki bukti relevan yang mendukung substansi gugatan Apple. Proses hukum ini membuka diskusi serius mengenai dampak terhadap rencana strategis OpenAI ke depan.

Dalam episode terbaru podcast teknologi terkemuka TechCrunch, Equity, Kirsten Korosec, Sean O’Kane, dan Anthony Ha mendebatkan apakah gugatan tersebut akan membayangi rencana OpenAI untuk merambah bisnis perangkat keras, dimulai dengan sebuah pengeras suara pintar portabel, dan juga rencana penawaran umum perdana (IPO).

Sean O’Kane berpendapat bahwa terlepas dari putusan pengadilan mengenai perintah penahanan atau larangan sementara, gugatan ini secara alami dapat menyebabkan penundaan dalam pekerjaan OpenAI. Ia meyakini penundaan semacam itu mungkin merupakan bagian dari alasan Apple mengajukan gugatan ini, mengingat Apple tidak mengambil langkah hukum tanpa pertimbangan matang.

Muncul spekulasi, produk perangkat keras pertama yang sedang dikerjakan divisi hardware OpenAI adalah perangkat pendengar pribadi yang dikembangkan bersama desainer produk ternama Jony Ive. Sejak video samar-samar tentang perangkat keras dan “perangkat warisan” seperti laptop dan ponsel dirilis tahun lalu, OpenAI sangat merahasiakan detailnya.

Anthony Ha mengingatkan, perangkat semacam itu tidak hanya akan mendengarkan penggunanya, tetapi juga orang-orang di sekitar. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang privasi dan norma sosial baru yang perlu disepakati jika perangkat tersebut menjadi lazim di masyarakat.

Kirsten Korosec menambahkan, gugatan rahasia dagang Apple yang diajukan pada Jumat lalu adalah berita terbesar minggu ini. Gugatan tersebut berisi tuduhan serius mengenai pola pelanggaran di level tertinggi yang diarahkan pada mantan karyawan Apple, bahkan menunjuk Chief Hardware Officer Tang Tan dalam dokumen gugatan.

Apple menuduh OpenAI secara esensial mencuri rahasia dagang mereka, yang kemudian dapat digunakan untuk mengembangkan produk perangkat keras pesaing. Laporan ini tentu menyoroti potensi persaingan yang semakin ketat antara dua raksasa teknologi ini.

Sean O’Kane menyoroti risiko besar terhadap rencana IPO OpenAI yang diperkirakan terjadi akhir tahun ini atau awal tahun depan. Saat ini, bisnis utama OpenAI kemungkinan besar masih didominasi perangkat lunak, dengan bisnis perangkat keras belum banyak diperhitungkan dalam gambaran finansial mereka.

Apabila OpenAI akan menawarkan saham ke pasar dan meyakinkan bankir serta investor tentang potensi pasar mereka, sebagian besar proyeksi yang terkait dengan divisi perangkat keras akan berisiko besar akibat gugatan ini. Situasi ini bisa mengubah kalkulasi penetapan harga IPO secara signifikan.

Anthony Ha menyoroti satu tuduhan Apple yang cukup solid, yaitu fakta lebih dari 400 mantan karyawan Apple kini bekerja di OpenAI. Meskipun keduanya adalah perusahaan besar, jumlah ini mengindikasikan adanya "pengurasan talenta" yang cukup serius.

Terkait dengan IPO, Anthony mempertanyakan seberapa besar kerugian pemasaran dan merek yang dialami OpenAI dari persidangan sebelumnya melawan Elon Musk. Meskipun OpenAI memenangkan kasus tersebut, banyak detail internal yang dianggap memalukan terungkap dalam kesaksian. Kini muncul pertanyaan: apakah OpenAI ingin menghindari pengalaman serupa, atau justru belajar bahwa mereka dapat bertahan menghadapi persidangan lain dengan Apple?

Kirsten Korosec memprediksi bahwa OpenAI justru akan memilih opsi kedua, yakni siap menghadapi persidangan lagi.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update