Oura Produsen Cincin Pintar Bersiap IPO, Targetkan Valuasi Rp256 Triliun

Produsen cincin pintar Oura resmi mengajukan dokumen pendaftaran untuk melakukan penawaran umum perdana atau IPO di bursa saham Amerika Serikat. Langkah strategis ini diambil demi memanfaatkan momentum pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan yang melesat tajam sepanjang tahun lalu.
Dokumen yang diserahkan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS menunjukkan pendapatan perusahaan melonjak hampir dua kali lipat dalam kurun waktu satu tahun.
Oura mencatatkan pendapatan sebesar USD 1,2 miar (sekitar Rp19,2 triliun) untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 Juni tahun ini. Angka tersebut meningkat pesat dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai USD 697 juta (sekitar Rp11,1 triliun). Manajemen memproyeksikan total pendapatan mereka akan mendekati USD 2 miliar (sekitar Rp32 triliun) pada akhir tahun buku ini.
Pertumbuhan finansial ini ditopang oleh penjualan akumulatif sebanyak 3,6 juta unit cincin pintar selama setahun terakhir. Saat ini, Oura mengantongi sekitar 5 juta anggota berbayar yang berlangganan layanan analisis metrik kesehatan mendalam dengan tingkat retensi pelanggan mencapai 85 persen.
Cincin pintar Oura yang dijual pada kisaran harga USD 350 hingga USD 400 (sekitar Rp5,6 juta sampai Rp6,4 juta) merupakan alat pemantau kebugaran yang mendeteksi biometrik tubuh seperti detak jantung, metabolisme, tingkat stres, hingga pola tidur pengguna.
Perusahaan yang didirikan di Finlandia pada tahun 2013 ini dikabarkan mengincar dana segar sebesar USD 3 miliar (sekitar Rp48 triliun) melalui penawaran saham ke publik. Berdasarkan laporan Bloomberg, valuasi perusahaan setelah IPO diperkirakan menyentuh angka USD 16 miar (sekitar Rp256 triliun). Nilai estimasi tersebut meningkat dari valuasi putaran pendanaan sebelumnya pada Oktober tahun lalu yang berada di angka USD 11 miliar (sekitar Rp176 triliun).
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor












