Pemerintah Kerahkan 35 Pesawat Asing untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

Pemerintah Indonesia resmi memberikan izin operasional bagi 35 pesawat asing untuk membantu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang melanda wilayah Kalimantan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah terhadap prioritas nasional dalam menekan laju kebakaran di musim kemarau ini. Kebutuhan mendesak akan sarana udara tambahan menjadi alasan utama, mengingat ketersediaan armada dalam negeri saat ini belum mencukupi untuk menjangkau seluruh titik api yang tersebar.
Dudy menekankan bahwa dalam jangka pendek, pemadaman api harus segera dilakukan secara masif.
Pesawat-pesawat tersebut didatangkan langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas penanggulangan bencana di Indonesia. Pihak kementerian berperan memberikan izin terbang serta dukungan operasional agar proses evakuasi dan pemadaman dapat berjalan tanpa kendala birokrasi di lapangan.
Operasi pemadaman ini nantinya akan berfokus pada penggunaan helikopter sebagai armada utama.
Helikopter dipilih karena memiliki fleksibilitas tinggi dalam menjangkau wilayah hutan yang sulit diakses oleh pesawat sayap tetap. Kemampuan manuver ini memungkinkan tim di lapangan melakukan pengeboman air atau water bombing secara tepat sasaran ke titik panas yang berpotensi meluas.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, merinci bahwa total armada yang dilibatkan mencakup 36 unit helikopter dari delapan negara berbeda.
Sebanyak 11 operator penerbangan pemegang Air Operator Certificate atau AOC telah ditunjuk untuk mengelola operasional pesawat tersebut. AOC merupakan sertifikat yang diberikan kepada perusahaan angkutan udara untuk menjamin keselamatan dan standar operasional mereka sebelum diizinkan beroperasi di wilayah udara negara lain.
Negara-negara yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini meliputi Rusia, Amerika Serikat, Australia, serta Kanada. Selain itu, terdapat bantuan dari Selandia Baru, Ukraina, Laos, dan Vietnam yang turut serta dalam upaya menekan angka kebakaran lahan di Indonesia.
Sejumlah perusahaan penerbangan domestik yang bermitra dengan operator asing tersebut antara lain Whitesky Aviation, Smart Cakrawala Aviation, hingga Derazona Air Service. Keterlibatan perusahaan lokal ini berfungsi sebagai penghubung teknis dalam mengoperasikan armada asing tersebut di medan hutan Kalimantan yang menantang.
Kehadiran armada asing ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian titik api. Dengan koordinasi yang ketat antara BNPB dan Kementerian Perhubungan, efektivitas penanganan karhutla melalui jalur udara kini menjadi lebih optimal. Masyarakat di sekitar wilayah terdampak diminta untuk tetap waspada selama proses pemadaman berlangsung di lapangan.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor














