Putin Ancam Serang Sektor Ekonomi Kyiv, 'Kotak Pandora' Terbuka

Puncak ketegangan dalam perang Rusia-Ukraina kian memanas setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan melancarkan serangan balasan terhadap sektor ekonomi Ukraina yang paling sensitif. Ancaman ini muncul menyusul peningkatan intensitas serangan Kyiv terhadap infrastruktur ekonomi Rusia, yang menurut Putin telah membuka "Kotak Pandora".
Sepanjang musim panas ini, Ukraina memang telah meningkatkan kampanye serangan drone. Targetnya beragam infrastruktur ekonomi Rusia, termasuk kilang minyak hingga gudang perusahaan ritel daring. Kyiv beralasan serangan ini bertujuan menghancurkan infrastruktur vital yang mendukung upaya perang Moskow.
Rusia tidak tinggal diam, merespons dengan serangan terhadap infrastruktur ekonomi Ukraina, termasuk jalur ekspor biji-bijian melalui Laut Hitam. Langkah ini berpotensi meningkatkan tekanan pada salah satu sumber pendapatan utama Kyiv. "Rezim Kyiv berniat merusak ekonomi kami, lalu apa yang mereka lakukan? Mereka sendiri yang membuka Kotak Pandora ini," kata Putin.
Baca Juga:
- Australia Konfirmasi Kasus H5N1 Pertama pada Mamalia Laut
- Ukraina Jatuhkan Sanksi pada Kartun 'Masha and the Bear', Disebut Propaganda Rusia
- Pesawat Motor Glider Jerman Jatuh di Pegunungan Velebit Kroasia, Dua Orang Tewas
Putin kemudian memperingatkan Ukraina agar bersiap menghadapi pembalasan Rusia yang menargetkan sektor ekonomi paling rentan. Ia menegaskan, "Kalau begitu, nantikan respons yang akan menargetkan sektor ekonomi Anda yang paling sensitif." Lebih lanjut, Putin meyakini serangan Rusia terhadap ekspor pertanian Ukraina tidak akan memicu kekurangan pangan global, sebab Rusia mampu mengganti sebagian pasokan yang hilang.
Meskipun eskalasi serangan terjadi, Putin kembali menyatakan kesediaan Rusia untuk berunding damai dengan Ukraina. Namun, ia menekankan bahwa setiap pembicaraan harus berdasarkan apa yang disebutnya sebagai "realitas di lapangan". Moskow menolak proposal yang disampaikan melalui pihak perantara yang dianggap "eksotis", mengindikasikan tuntutan agar kondisi wilayah dan konflik saat ini menjadi pertimbangan utama dalam proses perdamaian.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor

















