BMKG Catat Cuaca Bali 5 September 2026 Variatif dengan Suhu 18-29 Derajat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kondisi cuaca variatif di sejumlah wilayah Bali pada Sabtu, 5 September 2026, dengan rentang suhu udara antara 18 hingga 29 derajat Celsius.
Variasi suhu ini memberikan dampak langsung terhadap dinamika aktivitas masyarakat lokal serta sektor pariwisata di pulau tersebut. Kondisi atmosfer yang tidak seragam ini terpantau terjadi di berbagai kabupaten, terutama di Jembrana dan Tabanan.
Data dari BMKG menunjukkan wilayah Jembrana mencatatkan suhu udara antara 20 hingga 29 derajat Celsius. Kelembaban udara di wilayah tersebut terpantau cukup tinggi, yakni berada pada kisaran 63 hingga 97 persen.
Fenomena cuaca di Jembrana tergolong cukup dinamis karena beralih dari cerah berawan menjadi berawan, bahkan diselingi kehadiran udara kabur hingga kabut asap. Hal tersebut sempat memicu perhatian karena potensi penurunan jarak pandang yang mungkin menghambat mobilitas warga.
Sementara itu, wilayah Tabanan memiliki profil cuaca yang lebih sejuk dibandingkan kawasan lainnya. Suhu di sana tercatat berkisar antara 18 hingga 28 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban mencapai 56 hingga 99 persen.
Kondisi di Tabanan dominan cerah dan berawan sepanjang hari, meskipun udara kabur tetap menyelimuti beberapa titik. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk menyesuaikan diri dengan fluktuasi suhu yang cukup kontras antara siang dan malam hari.
Kepala BMKG Bali, Agus Santoso, menjelaskan bahwa pola cuaca seperti ini merupakan karakteristik alami dari periode peralihan musim yang sedang berlangsung di Bali. Fenomena tersebut sering kali memicu perubahan cuaca yang berlangsung cukup cepat dalam hitungan jam.
“Cuaca yang variatif ini merupakan ciri khas peralihan musim di Bali. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap memantau prakiraan cuaca dan mengantisipasi potensi kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari,” ujar Agus dalam keterangan resminya.
Hingga saat ini, pihak BMKG belum mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di wilayah Bali. Namun, instansi tersebut tetap melakukan pemantauan intensif terhadap faktor penunjang lainnya, seperti arah angin dan tinggi gelombang di sekitar perairan.
Hasil pantauan menunjukkan bahwa arah angin saat ini masih relatif stabil dan tinggi gelombang laut tidak mencatat peningkatan signifikan yang membahayakan pelayaran. Meski demikian, kewaspadaan tetap diminta bagi pelaku sektor transportasi laut.
Masyarakat dan wisatawan disarankan terus memperbarui informasi terkini melalui situs resmi BMKG secara berkala. Langkah ini diperlukan agar rencana perjalanan atau kegiatan luar ruangan tetap berjalan aman di tengah kondisi atmosfer yang belum sepenuhnya stabil.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor








