Keras! Putin Tolak Ajakan Zelensky Negosiasi Akhiri Perang

Presiden Rusia Vladimir Putin secara tegas menolak gagasan untuk bertemu langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky guna membahas berakhirnya konflik yang telah berlangsung sejak invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022. Putin menyatakan tidak melihat adanya gunanya pertemuan semacam itu pada saat ini, menanggapi surat terbuka dari pemimpin Ukraina yang menyerukan negosiasi langsung.
Sebelumnya, pada Kamis, Presiden Zelensky mengirim surat terbuka yang meminta negosiasi langsung dengan Putin. Dalam suratnya, Zelensky menulis bahwa "salah jika hanya menunggu" perang berakhir atau sampai konflik ini kembali menjadi perhatian utama Amerika Serikat. Permintaan ini datang di tengah ketegangan yang terus memanas dan upaya perdamaian yang selalu menemui jalan buntu.
Selain menyerukan negosiasi, Presiden Ukraina juga secara khusus meminta gencatan senjata segera diberlakukan. Namun, dalam suratnya, Zelensky juga menunjukkan nada menantang dan bahkan sesekali menyindir, yang mungkin menjadi salah satu pemicu reaksi keras dari pihak Rusia.
Menanggapi surat tersebut, Presiden Putin menyebut isinya "kurang sopan" dan menolak mentah-mentah permintaan pertemuan. Ia menegaskan kembali posisinya yang telah lama dipegang, bahwa perundingan damai yang substansial harus mendahului kesepakatan gencatan senjata apa pun. Pernyataan ini disampaikan Putin saat berbicara di forum ekonomi tahunan Rusia di St Petersburg pada Jumat.
"Saya tidak melihat gunanya untuk saat ini," kata Putin ketika ditanya apakah ia akan menerima tawaran Zelensky. Ia bahkan mempertanyakan motif di balik surat tersebut, "Apakah itu cara untuk menciptakan kondisi bagi pertemuan tatap muka atau cara untuk tidak melakukan pertemuan tatap muka? Saya pikir itu yang kedua." Penilaian ini mengisyaratkan keraguan Putin terhadap keseriusan niat Zelensky.
Setelah mendengar respons Putin, Presiden Zelensky mengungkapkan kekecewaannya. Melalui platform Telegram, ia menulis bahwa Rusia "memilih perang lagi." Zelensky menambahkan, "Dia hanya tidak ingin mengakhiri perang. Saya pikir banyak pihak di dunia yang kecewa dengan jawaban ini." Pernyataan Zelensky ini menunjukkan frustrasinya terhadap ketegangan yang terus berlanjut.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor
















