Jika Kamu Hanya Ingin Singgah Lalu Pergi, Tolong Jangan Mulai Bilang Sayang

Rasanya capek banget harus membuka hati, menceritakan semua rahasia, lalu menonton orang itu berjalan pergi begitu saja. Kamu sudah memberikan segalanya, tapi dia cuma ingin tahu rasanya memilikimu.
Wajar kok kalau sekarang kamu jadi menutup diri dan malas menanggapi chat-chat basa-basi di malam hari. Kita semua punya batas lelah untuk patah hati yang polanya selalu sama.
Aku Bukan Tempat Singgah Sementara
Dia datang dengan segala perhatian yang membuatmu merasa menjadi orang paling spesial di dunia.
Kamu perlahan mulai percaya, menurunkan benteng pertahanan, dan membayangkan masa depan bersamanya. Tapi begitu dia berhasil mendapatkan hatimu, perlakuannya mendadak berubah menjadi dingin tanpa alasan yang jelas. Ternyata bagi dia, memenangkan hatimu hanyalah sebuah pencapaian yang bisa ditinggalkan setelah tuntas.
Sakitnya bukan cuma karena kehilangan dia, tapi karena kamu merasa bodoh sudah percaya. Rasa nyaman yang dia bangun kemarin kini berubah jadi rumah kosong yang dingin dan membuatmu sesak sendirian.
Jangan Bilang Sayang Kalau Ragu
Lebih baik sendirian daripada harus pura-pura bahagia dengan orang yang setengah hati.
Kamu tidak butuh kata-kata manis yang diucapkan hanya karena dia kesepian di malam minggu. Yang kamu butuhkan adalah seseorang yang berani tinggal saat keadaan sedang tidak menyenangkan. Jadi, tidak apa-apa kalau sekarang kamu memilih untuk menutup pintu rapat-rapat sampai orang yang tepat benar-benar datang.
Menunggu yang Benar-Benar Tinggal
Menjaga hatimu tetap utuh jauh lebih penting daripada memaksakan diri menerima cinta yang semu. Nanti, akan ada hari di mana kamu bersyukur karena telah menyelamatkan dirimu sendiri dari orang yang salah.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor





