Bernardo Tavares Minta Bonek Tak Bebani Persebaya Target Juara

Pelatih baru Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, meminta pendukung setia klub untuk tidak membebani skuadnya dengan target juara yang tidak realistis menjelang bergulirnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Juru taktik asal Portugal tersebut menekankan pentingnya menjaga fokus laga demi laga demi menjaga stabilitas performa tim sepanjang musim.
Pertandingan pembuka Bajul Ijo dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, melawan Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung.
Ekspektasi pendukung Persebaya, yang akrab disapa Bonek dan Bonita, melonjak tajam setelah tim kesayangan mereka berhasil membawa pulang trofi pramusim Piala Presiden. Gelar tersebut diraih dengan catatan impresif sepanjang turnamen dan membakar semangat publik Surabaya yang merindukan kejayaan di kancah nasional. Namun, keberhasilan ini justru melahirkan tekanan psikologis yang sangat berat bagi para pemain sebelum kompetisi resmi dimulai.
Kondisi psikologis pemain menjadi perhatian utama Tavares yang dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan pragmatis dan analitis. Mantan pelatih PSM Makassar ini menyadari bahwa tekanan dari tribune penonton bisa menjadi pisau bermata dua bagi perkembangan taktik di lapangan.
"Banyak Bonek dan Bonita bertemu saya berkata, juara coach, kita harus menang, kita wajib juara, tetapi target kami saat ini fokus memenangi laga terdekat dahulu," ujar Bernardo Tavares.
Tavares, yang sukses membawa PSM Makassar menjuarai Liga 1 musim 2022/2023, sangat memahami karakter sepak bola Indonesia yang sarat dengan fanatisme tinggi. Menurut dia, atmosfer pertandingan persahabatan atau turnamen pramusim sangat jauh berbeda dengan tensi kompetisi resmi yang berjalan hingga puluhan pekan. Kehilangan poin pada pekan-pekan awal liga sering kali memicu kepanikan massal yang merusak kondusivitas ruang ganti.
Ia menilai pencapaian di Piala Presiden memang layak disyukuri sebagai sejarah baru klub, tetapi bukan jaminan mutlak untuk menguasai liga. Fokus tim harus segera dialihkan pada pembenahan fisik dan taktik untuk menghadapi jadwal kompetisi yang padat.
"Kita menjuarai Piala Presiden, semua orang senang, dan itu turnamen yang bagus, tetapi sekarang situasinya berbeda karena liga resmi jauh lebih menuntut konsistensi," katanya menegaskan.
Sejarah mencatat bahwa klub kebanggaan masyarakat Surabaya ini sudah tidak pernah lagi merasakan gelar juara kompetisi domestik kasta tertinggi selama 22 tahun. Terakhir kali tim asal Kota Pahlawan ini mengangkat trofi juara adalah pada musim kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2004. Dahaga gelar yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade ini membuat tuntutan dari para suporter terasa semakin tidak terbendung.
"Persebaya 22 tahun tidak menjuarai kompetisi, jadi tolong jangan memberi tekanan berlebih kepada para pemain di lapangan," kata Tavares.
Pelatih berlisensi UEFA Pro ini meminta suporter untuk terus mendampingi tim, terutama saat performa tim sedang menurun atau mengalami periode buruk di tengah musim. Kehadiran suporter di stadion diharapkan menjadi energi tambahan yang positif, bukan justru menjadi beban yang melumpuhkan kreativitas bermain anak asuhnya.
"Jika ingin membantu, berikan dukungan terutama saat pemain tampil kurang maksimal, dan Bonek harus tetap bernyanyi memberi semangat bahkan ketika tim mengalami kekalahan," ucapnya menutup pernyataan.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor











