Likuiditas The Fed dan Pelemahan Dolar AS Setir Pergerakan Bitcoin

Pasar kripto global kini bersiap menghadapi fase baru seiring proyeksi pergerakan Bitcoin yang akan sangat ditentukan oleh arah kebijakan likuiditas bank sentral Amerika Serikat. Langkah Federal Reserve dalam menjaga ketersediaan dana segar di pasar keuangan diproyeksikan menjadi motor utama aliran modal masuk ke aset digital tersebut.
Indeks dolar AS yang terus menunjukkan tren melemah turut memberikan momentum segar bagi aset berisiko tinggi. Saat nilai tukar mata uang Negeri Paman Sam merosot, daya tarik investasi alternatif di luar sistem fiat biasanya meningkat tajam. Para analis memperkirakan situasi ini bisa mendorong harga kripto terbesar itu untuk menembus titik resistensi baru dalam waktu dekat.
"Kombinasi pelonggaran moneter dan pelemahan nilai tukar dolar selalu menjadi pendorong utama di balik reli pasar aset digital," ungkap Kepala Riset Beritana, Anton Setiawan, di Jakarta pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Data obligasi pemerintah Amerika Serikat berdurasi sepuluh tahun menunjukkan penurunan imbal hasil hingga menyentuh angka 3,8 persen. Penurunan hasil investasi bebas risiko tersebut memicu pengelola dana besar untuk mengalihkan portofolio mereka ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih bersaing.
Kendati demikian, fluktuasi pasar yang dinamis diperkirakan tetap membayangi transaksi harian sepanjang sisa kuartal ketiga ini. Ketidakpastian regulasi global dan pergeseran fokus ekonomi di Asia berpotensi menjadi hambatan tersendiri bagi pertumbuhan harga yang berkelanjutan. Investor disarankan memantau volume transaksi harian global yang saat ini berada di kisaran USD 25 miliar (sekitar Rp406 triliun).
Secara historis, periode Agustus kerap menjadi fase akumulasi sebelum pergerakan harga memasuki tren penguatan yang lebih konsisten menjelang akhir tahun.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor







