Pasang Badan untuk Kader, Banser Jatim Siap Lawan Dugaan Pendzoliman oleh PAN

Surabaya – Banser Jawa Timur menyatakan sikap tegasnya untuk mendukung penuh langkah Ketua PW GP Ansor Jatim, Musaffa Safril, yang melayangkan protes keras kepada Partai Amanat Nasional (PAN). Dukungan ini diserukan langsung oleh Kasatkorwil Banser Jawa Timur, H. Rizza Ali Faizin, merespons dugaan perlakuan tidak adil yang menimpa kader-kader Ansor yang berprofesi sebagai pendamping desa.
Rizza mengungkapkan keresahan mendalam atas kebijakan pemindahtugasan kader Ansor ke lokasi yang sangat jauh dari domisili mereka, bahkan hingga menyeberang ke kabupaten lain. Menurutnya, kebijakan ini sangat memberatkan karena honor yang diterima tidak sebanding dengan beban kerja dan jarak tempuh.
Lebih memprihatinkan lagi, kondisi yang dinilai tidak manusiawi ini telah memakan korban. Rizza menyebut adanya laporan mengenai kader yang meninggal dunia, diduga akibat kelelahan menghadapi jarak tugas yang ekstrem. “Kehilangan sahabat-sahabat kami ini menjadi bukti nyata betapa seriusnya persoalan ini,” tegasnya dalam keterangan resmi.
Atas dasar solidaritas dan kemanusiaan, Banser Jatim menyatakan kesiapan organisasinya untuk mengawal dan mengamankan setiap kebijakan Ketua PW GP Ansor Jatim dalam melawan tindakan yang dianggap dzolim tersebut.
Dalam kesempatan ini, Rizza juga mengkritik keras narasi PAN yang belakangan kerap menggaungkan diri sebagai “Partai Anak Nahdliyin”. Ia menuntut agar klaim tersebut dibuktikan dengan tindakan nyata, bukan sekadar gimmick atau slogan politik untuk mendulang suara, terutama di momen-momen seperti Muktamar NU atau HUT partai.
“Kami membutuhkan sikap konkret. Buktikan keseriusan itu dengan tidak menindas teman-teman Ansor yang selama ini bekerja sebagai pendamping desa. Jangan hanya merangkul ketika berada di panggung dan membutuhkan dukungan politik,” kritik Rizza.
Sebagai penutup, Banser Jawa Timur menegaskan komitmen mereka untuk selalu berdiri di garda terdepan guna membela hak, kepentingan, dan martabat para kader Ansor maupun warga Nahdliyin secara keseluruhan dari segala bentuk ketidakadilan.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor














