IHSG Terkoreksi 0,4 Persen pada Awal Perdagangan 4 September 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi perdagangan Jumat, 4 September 2026 dengan pergerakan yang kurang menguntungkan.
Indeks domestik tersebut tercatat terkoreksi sebesar 26,62 poin atau sekitar 0,4 persen hingga bertengger di posisi 6.641,26. Penurunan ini terjadi tepat pada satu jam pertama setelah pasar dibuka oleh otoritas Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan pantauan data pasar, pergerakan indeks sepanjang hari ini diperkirakan akan berada pada rentang konsolidasi antara 6.637 hingga 6.704. Investor tampak cenderung berhati-hati dalam menempatkan modal mereka di tengah ketidakpastian tren jangka pendek.
Aktivitas perdagangan di lantai bursa mencatat volume transaksi yang cukup masif, mencapai 12,53 miliar lembar saham. Total nilai transaksi yang terhimpun menyentuh angka Rp 5,26 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 762.785 kali.
Secara keseluruhan, sentimen pasar cenderung negatif dengan dominasi emiten yang mengalami penurunan harga. Sebanyak 330 saham terpantau melemah, sementara 247 saham berhasil menguat dan 207 saham lainnya stagnan.
Kelompok saham unggulan atau blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 turut merasakan tekanan jual dengan penurunan sebesar 0,52 persen. Tren ini menunjukkan bahwa investor besar sedang melakukan penyesuaian portofolio di tengah sentimen pasar yang sedang berubah.
Kondisi di Bursa Efek Indonesia ini terlihat bertolak belakang dengan kinerja mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang justru bergerak di zona hijau. Indeks Nikkei Jepang mencatatkan penguatan 0,86 persen, sementara Hang Seng Hong Kong melonjak hingga 2,21 persen.
Pasar saham Shanghai di China naik 0,52 persen dan Straits Times Singapura turut menguat 1 persen. Indeks-indeks ini merefleksikan sentimen regional yang lebih optimis dibandingkan pasar domestik kita saat ini.
Di balik tekanan pada indeks utama, beberapa saham dengan kapitalisasi pasar menengah dan kecil justru mencatatkan lonjakan harga yang signifikan. Fenomena ini kerap terjadi ketika investor melakukan rotasi sektor untuk mencari imbal hasil lebih tinggi.
Deretan saham top gainers hari ini didominasi oleh perusahaan yang sahamnya melonjak antara 10 persen sampai 22 persen. PT Super Energy Tbk (SURE) memimpin penguatan dengan melesat 22,43 persen ke level Rp 3.220 per lembar.
Mengekor di belakangnya, PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk (VRNA) mencatatkan kenaikan 17,17 persen menjadi Rp 116. Selain itu, PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) menguat 16,67 persen menuju level Rp 1.645.
Penguatan serupa juga dialami oleh saham PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) yang naik 13,48 persen ke posisi Rp 101. PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) menyusul dengan kenaikan 10,64 persen menjadi Rp 104.
Di sisi lain, tekanan jual yang cukup tajam menimpa sejumlah emiten hingga masuk ke dalam daftar top losers hari ini. PT Agri Bahari Nusantara Tbk (UDNG) menjadi saham dengan koreksi terdalam mencapai 9,72 persen ke harga Rp 975.
Penurunan juga melanda PT Indimedia Capital Tbk (MDIA) yang terkoreksi 7,14 persen ke Rp 234. Tidak ketinggalan, PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) melemah 6,73 persen ke level Rp 1.525.
Koreksi harga juga terjadi pada PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) sebesar 6,72 persen ke posisi Rp 111. Sementara itu, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) harus merelakan penurunan sebesar 5,61 persen menjadi Rp 13.875.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)







