BRI dan Serikat Pekerja Teken PKB 2026-2028 untuk Hubungan Kerja Harmonis

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk resmi menandatangani Perjanjian Kerja Bersama periode 2026 sampai 2028 bersama Serikat Pekerja BRI di Jakarta pada Sabtu, 5 September 2026.
Penandatanganan dokumen ini dilakukan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dan Ketua Umum Serikat Pekerja BRI Satrio Arief Pambudi dengan disaksikan langsung Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli. Kesepakatan kerja ini menjadi pedoman operasional bagi manajemen dan karyawan dalam menjalankan roda organisasi selama tiga tahun mendatang.
Perjanjian Kerja Bersama merupakan instrumen hukum yang mengatur hak serta kewajiban timbal balik antara pemberi kerja dan tenaga kerja guna mencegah konflik industrial di masa depan. Melalui regulasi internal ini, BRI berupaya menciptakan lingkungan kerja yang kondusif agar seluruh target transformasi perusahaan dapat tercapai secara optimal. Keberadaan perjanjian ini juga mencerminkan adanya transparansi dan dialog terbuka yang dibangun oleh manajemen bank plat merah tersebut.
"Hubungan industrial yang sehat dan harmonis menjadi bagian penting dari transformasi BRI," ujar Hery Gunardi dalam keterangan resmi perusahaan.
Hery menyatakan bahwa sinergi antara manajemen dan serikat pekerja berfungsi sebagai fondasi utama dalam meningkatkan daya saing perusahaan di tingkat nasional maupun internasional. Ia menambahkan bahwa perlindungan serta kesejahteraan seluruh tenaga kerja tetap menjadi prioritas utama meskipun perusahaan berada dalam fase transformasi yang dinamis.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberikan apresiasi atas tercapainya kesepakatan yang menunjukkan kematangan komunikasi organisasi di tubuh salah satu bank terbesar di Indonesia ini. Menurutnya, hubungan industrial yang harmonis adalah prasyarat mutlak untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan. Yassierli menilai serikat pekerja harus terus diposisikan sebagai mitra strategis jangka panjang yang mampu memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan bisnis.
Stabilitas hubungan industrial di sektor perbankan sangat berpengaruh terhadap kepercayaan nasabah dan investor terhadap kinerja institusi keuangan.
BRI secara konsisten mencatatkan pertumbuhan laba dan aset yang signifikan, di mana pencapaian tersebut tidak terlepas dari dedikasi karyawan di seluruh penjuru negeri. Tanpa adanya jaminan kesejahteraan yang tertuang dalam dokumen kerja ini, konsistensi produktivitas pekerja berpotensi mengalami fluktuasi yang dapat menghambat agenda besar korporasi.
Manajemen menyadari tantangan ekonomi global dan digitalisasi perbankan menuntut fleksibilitas tinggi dari sisi sumber daya manusia. Perjanjian Kerja Bersama periode 2026 sampai 2028 dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan adaptasi tersebut tanpa mengabaikan aspek perlindungan tenaga kerja yang mendasar. Kolaborasi ini diharapkan mampu membawa institusi tetap kompetitif di tengah persaingan industri keuangan yang semakin ketat.
"Serikat Pekerja senantiasa menjadi mitra strategis perusahaan dalam jangka panjang sehingga tercapai hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan menciptakan nilai bersama," kata Yassierli.
Implementasi dari kesepakatan ini nantinya akan dipantau secara berkala guna memastikan setiap poin dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh kedua belah pihak. Keberhasilan pelaksanaan perjanjian kerja akan menjadi parameter keberhasilan manajemen dalam mengelola aset terpenting perusahaan yakni modal manusia.
Secara teknis, kesepakatan ini mencakup berbagai aspek mulai dari struktur upah, jaminan sosial, hingga pengembangan kompetensi karyawan melalui berbagai pelatihan profesional. Hal ini sejalan dengan strategi bank untuk terus mencetak tenaga kerja yang memiliki kapabilitas tinggi di tengah perkembangan teknologi yang bergerak maju. Dengan resminya dokumen ini, BRI mempertegas komitmen dalam menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan pemenuhan hak pekerja secara berkeadilan.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor








