TNI AU Gerak Cepat Padamkan Karhutla Kalsel dan Sumatera Selatan

TNI AU terus menunjukkan komitmennya dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), dengan mengerahkan pesawat untuk pemadaman di Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan. Langkah ini menjadi respons cepat terhadap lonjakan titik panas yang terdeteksi di kedua wilayah, memastikan keselamatan warga dan mencegah meluasnya bencana.
Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, Komandan Lanud Sjamsudin Noor, menegaskan pengerahan pesawat TNI AU untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing di Kalimantan Selatan. Metode ini krusial untuk memadamkan titik api dari udara. Hilman menekankan sinergi bersama Polri, BPBD, dan instansi terkait lainnya menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Penanganan Karhutla membutuhkan koordinasi kuat dan kerja sama seluruh pihak di lapangan. Personel diinstruksikan untuk memprioritaskan keselamatan, bergerak cepat, dan melakukan pemadaman secara efektif demi mencegah api meluas. Hilman menegaskan, "Kami akan terus mendukung pemerintah dan seluruh unsur terkait dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Keselamatan masyarakat dan pencegahan meluasnya kebakaran menjadi prioritas utama kami."
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya 696 titik panas (hotspot) di Kalimantan Selatan per Minggu (23/8). Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarbaru, Fitma Surya Arghani, menjelaskan bahwa 622 titik berada pada tingkat sedang dan 29 titik pada tingkat tinggi. Evaluasi Fire Weather Index (FWI) menunjukkan dominasi zona merah, mengindikasikan risiko tinggi Karhutla.
Sebaran titik panas utama di Kalsel meliputi Kabupaten Banjar dengan 127 titik, Hulu Sungai Selatan 115 titik, dan Tapin 104 titik. Daerah lain yang juga terdampak parah adalah Hulu Sungai Utara, Tanah Laut, Hulu Sungai Tengah, serta Kotabaru. Data ini menggarisbawahi urgensi upaya pemadaman yang masif.
Tak hanya Kalsel, TNI AU melalui Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) juga menerapkan water bombing untuk memadamkan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan. Kadispenau Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan, titik api terdeteksi saat patroli udara di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). TNI AU berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, dan BMKG dalam operasi ini, serta memastikan helikopter pemadam tetap disiagakan hingga seluruh Karhutla tertangani.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor














