Jerman Tuduh Rusia Dalangi Serangan Drone Berpeledak di Bandara Leipzig

Pemerintah Jerman secara resmi menuding Rusia sebagai dalang di balik serangkaian serangan drone bermuatan bahan peledak yang menyasar Bandara Leipzig/Halle bulan lalu.
Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menanggapi ancaman tersebut dengan menaikkan status kewaspadaan nasional dari level umum menjadi tinggi. Langkah ini diambil setelah otoritas keamanan mendeteksi keberadaan objek berbahaya di dekat area operasional penerbangan vital.
Drone dengan spesifikasi militer ditemukan di area terbatas bandara pada 4 Agustus 2026, tepat di dekat landasan pacu selatan yang menjadi pusat logistik pesawat kargo Ukraina. Tim penjinak bom segera diterjunkan untuk menetralkan detonator yang terpasang di dekat pesawat milik Antonov Airlines. Belum reda ketegangan tersebut, sebuah drone lain menabrak pesawat kargo di sekitar bandara keesokan harinya, memicu pengalihan arus pendaratan menuju Hannover.
Eskalasi keamanan ini mendorong Berlin untuk mengambil tindakan diplomatik yang sangat tegas.
Pemerintah Jerman memerintahkan penutupan segera konsulat Rusia di Bonn serta pusat kebudayaan Russian House di Berlin. Intelijen Barat serta pejabat pertahanan Amerika Serikat di Eropa telah mengonfirmasi bahwa drone tersebut merupakan milik intelijen Rusia, sementara Komisi Eropa kini tengah menyusun draf sanksi tambahan sebagai bentuk respons kolektif.
Alexander Dobrindt menekankan bahwa posisi negaranya saat ini secara terus-menerus menjadi sasaran aksi hibrida yang dilakukan oleh pihak Moskow.
Dobrindt menegaskan bahwa Jerman saat ini menjadi target serangan hibrida setiap hari meski negara tersebut tidak sedang berada dalam kondisi perang terbuka. Ia menyebut bahwa kehadiran senjata mematikan di fasilitas penerbangan sipil benar-benar mengubah peta skenario ancaman keamanan nasional ke arah yang lebih berbahaya.
Pemerintah Rusia membantah seluruh tuduhan tersebut dan menilai langkah Jerman sebagai bentuk provokasi diplomatik yang tidak berdasar. Presiden Vladimir Putin menuduh balik pihak Jerman telah melakukan rekayasa bukti untuk memojokkan Moskow tanpa menyertakan fakta pendukung yang sah.
Sementara itu, Aliansi Militer Atlantic Utara atau NATO menyatakan dukungan penuh atas kebijakan keamanan yang diambil pemerintah Jerman. Kepala NATO Mark Rutte menegaskan bahwa aliansi akan terus memperkuat kemampuan kolektif guna mencegah tindakan jahat semacam itu di masa depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor















