Potensi Pertemuan Trilateral Putin, Trump, dan Xi Jinping di KTT APEC 2026

Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Presiden China Xi Jinping dikabarkan tengah menjajaki rencana pertemuan trilateral secara langsung.
Diskusi mengenai pertemuan tiga kepala negara besar tersebut mencuat ke permukaan dan diproyeksikan dapat terealisasi di sela penyelenggaraan KTT Asia-Pacific Economic Cooperation pada November 2026 mendatang.
Rencana pertemuan puncak antar pimpinan negara yang memiliki pengaruh besar dalam geopolitik global ini pertama kali diungkapkan oleh Staf Khusus Senior Presiden Rusia, Yuri Ushakov. Gagasan tersebut muncul sebagai respons atas kebutuhan dialog tingkat tinggi yang melibatkan ketiga negara anggota APEC tersebut.
Dalam sebuah sesi wawancara di televisi pemerintah Rusia, Yuri Ushakov memberikan konfirmasi terkait adanya pembahasan mengenai wacana pertemuan tiga arah tersebut. Yuri menyebutkan bahwa komunikasi antara pihak terkait telah mulai dijalankan untuk merumuskan teknis pertemuan.
Ushakov menjelaskan bahwa opsi pelaksanaan pertemuan tersebut tidak bersifat kaku dan tidak terbatas hanya pada agenda resmi KTT. Menurutnya, ketiga pemimpin tersebut memiliki ruang untuk mengadakan diskusi di luar rangkaian kegiatan utama APEC jika kesepakatan tercapai.
Perlu diketahui bahwa Rusia, China, dan Amerika Serikat merupakan bagian dari 21 negara anggota forum ekonomi APEC. Gelaran KTT APEC tahun 2026 sendiri telah dijadwalkan akan berlangsung di Shenzhen, China, pada tanggal 18 hingga 19 November 2026.
Hingga saat ini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi mengenai konfirmasi kehadiran Presiden Donald Trump dalam forum tersebut maupun agenda pertemuan trilateral itu sendiri. Ketidakpastian jadwal keberangkatan delegasi Amerika Serikat masih menjadi dinamika yang terus dipantau.
Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menyampaikan bahwa pihak otoritas Amerika Serikat belum memiliki pengumuman spesifik terkait kehadiran Presiden Trump dalam rangkaian acara APEC di masa mendatang. Kondisi ini mencerminkan sikap kehati-hatian Washington dalam mengatur jadwal diplomatik kepala negaranya di tengah situasi global yang dinamis.
Jika terealisasi, pertemuan ini akan menjadi tonggak sejarah baru dalam diplomasi internasional modern. Interaksi antara tiga kekuatan besar tersebut diperkirakan akan mencakup pembahasan isu strategis, mulai dari stabilitas ekonomi kawasan hingga kebijakan keamanan global yang melibatkan kepentingan Rusia, Amerika Serikat, dan China.
Publik internasional kini menanti kepastian mengenai jadwal dan agenda detail pertemuan yang rencananya berlangsung di Shenzhen tersebut. Kehadiran para pemimpin di panggung yang sama diharapkan mampu memberikan arah baru bagi kerja sama multilateral di masa depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor










