Harga XRP Melonjak 15 Persen Dipicu Pola Transaksi Jam Kerja Bankir

Harga XRP mencatat lonjakan signifikan sebesar 15 persen setelah data onchain menunjukkan pola transaksi unik yang menyerupai jam kerja perbankan global. Kenaikan harga XRP ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas transfer aset pada jam-jam sibuk perdagangan di pusat keuangan dunia.
Aktivitas onchain merujuk pada seluruh transaksi aset kripto yang tercatat langsung dan diverifikasi di dalam jaringan blockchain publik.
Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 23 persen dari total pergerakan token XRP kini terkonsentrasi hanya dalam kurun waktu tiga jam setiap harinya. Rentang waktu sibuk tersebut berlangsung selama sore hari waktu London hingga pagi hari waktu New York. Angka konsentrasi transaksi ini meningkat cukup tajam bila dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya berkisar di angka 14 persen.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa sebagian besar likuiditas XRP digerakkan oleh institusi keuangan tradisional yang beroperasi di wilayah barat.
Ripple Labs selaku perusahaan di balik pengembangan blockchain XRP memang sejak awal memosisikan aset kripto ini sebagai jembatan pembayaran lintas batas berbiaya rendah bagi institusi perbankan. Karakteristik transaksi yang terkonsentrasi pada jam operasional lembaga keuangan barat tersebut mengindikasikan bahwa adopsi korporasi global kini mulai berjalan secara nyata.
Lonjakan volume transaksi ini juga bertepatan dengan spekulasi regulasi kripto yang lebih bersahabat di Amerika Serikat. Banyak investor institusi mulai melirik kembali aset digital yang memiliki kegunaan praktis dalam sistem keuangan dunia nyata. Pergeseran sentimen ini mendorong akumulasi beli yang masif sehingga mendongkrak valuasi pasar XRP secara keseluruhan.
Para pelaku pasar kini terus memantau apakah pola transaksi institusional ini mampu menjaga stabilitas momentum pertumbuhan harga dalam jangka panjang.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor







