Token ENA Melonjak 48 Persen, Mengapa Altcoin Season Belum Tiba?

Nilai token ENA dari protokol keuangan terdesentralisasi Ethena melonjak hingga 48 persen menyusul kemitraan strategis bernilai besar dengan FalconX. Namun, lonjakan dramatis ini belum mampu memicu momentum altcoin season yang telah lama dinanti oleh para pelaku pasar kripto.
Kenaikan harga ini dipicu oleh kesepakatan pengelolaan dana senilai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp16,3 triliun antara Ethena Foundation dan FalconX, sebuah perusahaan pialang aset digital untuk investor institusi.
Kerja sama tersebut memungkinkan FalconX mengintegrasikan USDe, koin stabil besutan Ethena, ke dalam sistem perdagangan mereka. Langkah ini memperluas utilitas USDe di kalangan investor institusional yang mencari imbal hasil stabil di pasar aset kripto. Akibatnya, permintaan terhadap token ENA sebagai token tata kelola protokol tersebut meningkat tajam dalam waktu singkat.
Di saat yang sama, token HYPE dari platform bursa terdesentralisasi Hyperliquid juga menunjukkan performa gemilang dengan mendekati rekor harga tertinggi barunya.
Hyperliquid sendiri merupakan platform perdagangan derivatif berbasis blockchain yang sedang naik daun karena menawarkan biaya transaksi rendah. Kenaikan HYPE dan ENA memperlihatkan adanya aliran modal yang kuat ke beberapa proyek kripto spesifik.
Meskipun beberapa aset kripto alternatif mencatatkan pertumbuhan signifikan, data pasar menunjukkan fenomena ini belum merata. Istilah altcoin season merujuk pada periode ketika sebagian besar aset kripto selain Bitcoin mengalami kenaikan harga yang melampaui performa mata uang kripto utama tersebut. Saat ini, pergerakan harga sebagian besar altcoin skala menengah dan kecil masih cenderung stagnan.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor










